Jakarta, Jan 04; Badan Pusat Statistik (BPS)mengumumkan sepanjang tahun 2009 laju inflasi Indonesia jauh di bawah target, yakni hanya mencapai 2,78 persen. Angka ini sesuai perkiraan yang mengatakan inflasi 2009 akan berada di bawah 3%. Inflasi sebesar 2,78 persen tercatat sebagai inflasi terendah sepanjang sejarah Indonesia. Selama ini, inflasi Indonesia cenderung di atas 5 persen
Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan, pencapaian ini disebabkan pemulihan ekonomi dari dalam negeri. Angka ini jauh dari perkiraan pemerintah dan bank Indonesia. Di indikator makro APBN 2009, pemerintah memperkirakan inflasi sepanjang tahun itu sebesar 5 persen.
PERDAGANGAN KE ASEAN DEFISIT
Sementara itu, meninjau nilai perdagangan Indonesia dengan negara-negara ASEAN, sejak tahun 2006 sampai 2009 mengalami defisit. Karena itu, terkait dengan pemberlakuan FTA China-ASEAN yang dimulai sejak awal Januari ini, menurut Rusman Indonesia harus berusaha lebih keras.
Berdasarkan data dari BPS, tahun 2008 perdagangan Indonesia dengan Thailand untuk ekspor senilai US$ 3,66 miliar dan untuk impor senilai US$ 6,33 miliar. Sedangkan, dengan Singapura untuk ekspor senilai US$ 12,68 miliar dan untuk impor US$ 21,79 miliar untuk impor. Selain itu, dengan Malaysia tercatat ekspor sebesar US$ 6,43 miliar, sedangkan impornya US$ 8,92miliar.
"Perdagangan kita sudah buruk tapi jangan diperburuk lagi. Oleh karena itu, kita harus memanfaatkan peluang agar paling tidak seimbang perdagangan kita dengan China dan ASEAN," harap Rusman.


